PayPal sekarang sudah bisa menerima kartu kredit dari Indonesia :-)

Tuesday, August 05, 2008

Cara Belajar Forex Trading, Saham, Index, dan Komoditi Paling Dahsyat Tahun 2008!

Bagaimana Belajar Forex Langsung Praktek dan Langsung Bisa Dalam Lima Menit atau Kurang, Atau Gratis $5! Kami Tunjukkan caranya!

Dalam rangka memberikan pendidikan kepada seluruh masyarakat agar Melek Finansial, kami menyelenggarakan kursus cepat cara belajar valas atau belajar forex dalam Bahasa Indonesia yang sangat efektif dan efisien sehingga belajar forex / valas, saham, komoditi, dan index, dalam 5 menit atau kurang anda dijamin sudah langsung bisa, atau anda akan mendapat bonus uang langsung senilai $5.

Mengapa Anda Perlu Belajar Forex atau Belajar Valas? Karena dengan Belajar Forex anda akan bisa mengetahui:
  1. Bagaimana cara agar bisa Melek Finansial dengan cepat!
  2. Bagaimana belajar dengan cepat cara trading Saham, Forex / Valas, Komoditi, dan Index.
  3. Mengapa menabung bukanlah cara yang cepat untuk menjadi kaya!
  4. Mengapa uang di tabungan anda selalu berkurang nilainya!
  5. Mengapa Lebih baik menyimpan dalam bentuk emas daripada tabungan di bank!
  6. Mengapa bisnis (baca Bisnis Forex / Valas) jauh lebih baik daripada menabung!
  7. Dan masih banyak lagi Pelajaran Melek Finansial lainnya!

Anda akan belajar sejarah uang dan belajar bagaimana caranya mengamankan kondisi finansial Anda agar KEKAYAAN anda bertahan kekal sekarang, besok, dan selama lamanya!

Apa yang anda perlu siapkan? Cukup dua hal:
  1. Scan KTP untuk identifikasi.
  2. Komputer dengan Koneksi Internet yang stabil. Anda bisa menggunakan komputer di rumah, kantor, warnet atau di tempat tempat lain yang penting ada koneksi internetnya.

Sisanya kami yang sediakan mulai dari Modal, Support Sistem, Tenaga Pengajar, dan Materi Pembelajaran. Semua Kami ajarkan secara langsung langkah demi langkah terperinci dengan chatting langsung dengan para tenaga pengajar kami.

Isi formulir pendaftaran sekarang juga, Dalam waktu kurang dari tiga menit anda sudah bisa praktek trading valas. Kami pandu anda sepenuhnya dengan Bahasa Indonesia lima hari kerja dalam seminggu (24/5), SAMPAI BISA!

Untuk Cara Mendaftar Langkah demi Langkah silakan Klik Disini.


P.S:
  1. Daftar sekarang juga, dan anda berhak mendapatkan bonus gratis uang mainan senilai 20,000 USD dan uang betulan senilai 5 USD.
  2. Penawaran dan bonus ini terbatas, apabila kuota telah terpenuhi penawaran dan bonus gratis tersebut bisa kami cabut setiap saat.
  3. Satu orang hanya boleh membuat satu account saja! Pastikan anda memasukkan data data yang benar sesuai KTP. Perhatian! Penawaran ini berlaku hanya bagi yang serius saja, apabila anda memasukkan data yang tidak benar atau asal asalan maka akan langsung kami hapus dari sistem, dan apabila masih mengulangi lagi maka akan kami masukkan ke daftar hitam. Hal ini kami lakukan untuk memberikan kesempatan kepada orang lain yang lebih serius.
  4. Pembelajaran Dilakukan langsung di platform, dengan cara chatting langsung dengan para tenaga pengajar kami.

Wednesday, June 06, 2007

Pengenalan Trading Valas / Forex Trading

FOREX Trading atau yang lebih dikenal dengan Bursa Valas (Valuta Asing) merupakan suatu jenis perdagangan/transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan. Mengingat tingkat likuiditas dan percepatan pergerakan harga yang tinggi, Forex trading telah menjadi alternatif yang paling populer karena ROI (Return Of Investment atau kembalinya nilai investasi yang telah kita tanam) serta profit yang akan didapat bisa melebihi rata-rata perdagangan pada umumnya (biasanya rata-rata return berkisar lebih dari 5% - 10% per bulannya, bahkan bisa mencapai lebih dari 100% per bulannya untuk professional trader).


Akibat pergerakan yang cepat tersebut, maka trading valas/forex trading juga beresiko tinggi apabila anda tidak mempunyai pengetahuan yang cukup serta pengaturan manajemen keuangan dengan baik. Investasi perdagangan valas (forex trading) online, memberikan alternatif income yang menjanjikan.

  • Mempunyai skala global yaitu mengikuti kemajuan teknologi.

  • Mudah karena bisa dilakukan langsung via Internet menggunakan komputer

  • Murah karena modal minimal tidak sampai puluhan juta rupiah

  • Fleksibel karena dimanapun anda berada asal terhubung ke jaringan anda bisa berbisnis

  • Unik karena banyak dari masyarakat kita yang belum mengetahuinya sehingga mempunyai prospek yang bagus.


Mata uang apa yang diperdagangkan?
Yaitu semua mata uang dunia yang memiliki daya jual tinggi. Contoh: USDollar, Yen, Euro, Franc, Poundsterling (EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, USD/CHF) dan lain-lain.

Bagaimana proses transaksinya?
Apa itu “Beli/Jual” dalam bursa valuta asing ini? Di bursa valas ini anda dapat membeli ataupun menjual mata uang yang diperdagangkan. Secara obyektif adalah untuk mendapatkan profit atau keuntungan dari posisi transaksi yang anda lakukan.

Contoh: jika anda membeli (BUY/Offer/Long) suatu mata uang dan pergerakan harga mata uang tesebut menunjukkan grafik kenaikan yang signifikan, maka anda dapat mengambil keuntungan dari perbedaan harga tersebut dengan menutup posisi beli anda, begitu pula sebaliknya apabila anda melakukan menjual (SELL/Bid/Short) dan kemudian pergerakan harga mata uang tersebut mengalami grafik penurunan, maka anda juga dapat mengambil keuntungan dengan menutup posisi jual anda tersebut.

Apakah di FOREX itu "Two Ways Opportunities?
Ya! Transaksi di FOREX dapat dilakukan dengan cara 2 arah dalam mengambil keuntungannya. BUY (beli) dahulu, lalu ditutup dengan take profit SELL Liquid (jual) ataupun sebaliknya melakukan SELL (jual) dahulu, lalu ditutup dengan take profit BUY Liquid (beli).

Bagaimana cara menghitung hasil transaksi saya di FOREX?
Berikut adalah caranya: Untuk FOREX yang terhadap USDollar tersebut ada 2 macam jenis currency utama yaitu Direct dan Indirect

Contoh:

  • Direct : GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dan lain-lain (pokoknya yang .../USD)

  • Indirect : USD/JPY, USD/CHF, dll ( USD/.... )

Dan untuk perhitungannya: Semisal kita memulai trading Forex ini dengan modal awal sebesar US$5000 (account regular), kemudian cara hitungan transaksi kita adalah:

Untuk mata uang Direct: misal kita trading di jenis account regular Forex yang kemudian kita inputkan quantity contract sizenya = US$100,000 dan kita melakukan Buy di EUR/USD di posisi 1.2000 dan kemudian di close Sell (take profit) di posisi 1.2010, maka kita akan profit sebesar: (1.2010 - 1.2000 ) x 100000 = $100 (profit) atau sebaliknya kalau loss juga sama hitungannya.

Untuk mata uang Indirect: misal kita trading di jenis account regular Forex yang kemudian kita inputkan quantity contract sizenya = US$100,000 dan kita melakukan Sell di USD/JPY di posisi 110.10 dan kemudian di close Buy (take profit) di posisi 110.00, maka kita akan profit sebesar: (110.10 - 110.00 ) x 100000) / posisi liquid 110.00 = $90.91 (profit) atau sebaliknya kalau loss juga sama hitungannya.

Arti Pergerakan Grafik


Jenis Mata Uang: Direct (..... / USD) Pergerakan Grafik: Naik Arti (..... terhadap USDollar): Menguat

index saham melemah


Jenis Mata Uang: Direct (..... / USD) Pergerakan Grafik: Turun Arti (..... terhadap USDollar): Melemah

index saham menurun


Jenis Mata Uang: Indirect (USD/ .....)
Pergerakan Grafik: Naik
Arti (..... terhadap USDollar): Melemah

Jenis Mata Uang: Indirect (USD/ .....)
Pergerakan Grafik: Turun
Arti (..... terhadap USDollar): Menguat

Berapakah modal yang dibutuhkan untuk bisa trading FOREX?
Deposit minimum yang bisa anda masukkan adalah $1, namun begitu tidak ada keharusan untuk deposit uang sejumlah tertentu agar bisa memulai live trading (Modal BEBAS), dan bila anda tidak mempunyai modal sama sekali tetapi masih ingin mencoba, maka anda akan diberikan secara cuma-cuma extra modal sebesar US$5 ketika membuka account (GRATIS dan bukan simulasi), dan profit yang anda dapat juga akan masuk ke kantong (account) anda secara penuh, sedangkan kalau loss maka anda juga tidak beresiko apa-apa. Anda juga bisa membuka Real Live Trading jenis Mini Forex dengan modal deposit awal yang dianjurkan sebesar US$500 ataupun Regular Forex dengan modal deposit awal sebesar US$5000.

Modal dan Maximum Quantity Leverage (Contract Size) yang dianjurkan:

Modal: $5
Contract Size: $100
Nilai pergerakan point (/pips): $0.01 (eq: EUR/USD)

Modal: $100
Contract Size: $2,000
Nilai pergerakan point (/pips): $0.2 (eq: EUR/USD)

Modal: $500 (mini)
Contract Size: $10,000
Nilai pergerakan point (/pips): $1 (eq: EUR/USD)

Modal: $5,000 (regular)
Contract Size: $100,000
Nilai pergerakan point (/pips): $10 (eq: EUR/USD)

Keterangan: Nilai Margin = 1% dari quantity contract size Quantity Contract Size di kami adalah fleksibel dan bisa anda input secara manual.

Contoh:
Kita bisa menginput Quantity Contract Size=$1001 atau $2123 atau $10, dll. Dalam arti lain yaitu kita bisa menyesuaikan dengan kondisi kekuatan modal kita.

Bagaimana cara bertransaksinya dan dimana?
Segala transaksi FOREX anda dilakukan oleh anda sendiri secara online via internet (bisa di rumah, warnet, hotel, cafe, dll) dengan melalui software online trading yaitu Streamster.

Dan di dalam software kami tersebut juga terdapat berbagai macam fasilitas seperti real time quotes and chart, forum diskusi/chatting dengan trader lain, free trading signals, laporan hasil transaksi, berita-berita terkini, layanan support 24 jam dalam bahasa indonesia dan bahasa lain, dan fasilitas canggih lainnya.

Saturday, May 05, 2007

Grow Your Value

Beberapa hari yang lalu saat sedang berjalan-2 di Mall Taman Anggrek - Jakarta, saya kebetulan masuk di sebuah toko perhiasan dan selintas melihat percakapan yang menarik antara seorang pembeli dan penjual. Mereka sedang terlibat tawar menawar sebuah kalung mutiara yang cukup indah, dan kelihatannya termasuk salah satu koleksi unggulan dari toko tersebut. Setelah tawar menawar beberapa saat, si pembeli akhirnya memutuskan untuk keluar dari toko itu, karena dianggapnya harga barang tersebut mahal.

Selang beberapa menit kemudian, ada pembeli lain yang masuk, dan kemudian mengamati kalung mutiara yang tadi.
Dia kemudian mencoba sejenak di lehernya, dan setelah dirasa cocok, tanpa tawar menawar langsung dibayarnya barang tersebut dan keluar. Apa yang menarik dari kedua kejadian tadi ?

Barang yang sama, tapi dipersepsikan berbeda oleh dua orang. Tentu, yang membedakan persepsi keduanya adalah uang yang dimiliki oleh masing-2 orang. Semakin banyak uang yang anda miliki, tentu semakin murah harga barang tersebut dimata anda.

Saya tertarik untuk membahas justru dari sisi orang pertama.

Apa yang kira-2 dilakukan oleh orang tadi setelah gagal menawar barang tersebut?
Bila dia memang serius ingin membeli barang tersebut, mungkin dia akan mulai masuk ke toko-2 lain, mencari-2 yang lebih murah. Bila setelah `berjuang' keliling mall dan tidak juga menemukan barang yang harganya sesuai dengan isi kantongnya, mungkin dia mencoba mencari di tempat lain, atau mungkin juga mengurungkan niat untuk membelinya....

Fokus dari orang pertama ini adalah lebih kepada jumlah uang yang dia miliki, dibanding dengan nilai dari barang tersebut bagi dirinya.

Jika merujuk kepada teori RichDad-nya Kiyosaki, dikatakan disana bahwa orang rata-2 melihat dari seberapa besar pendapatannya, lalu menekan pengeluarannya, sedang orang sukses melihat dari sisi pengeluarannya, lalu meningkatkan pendapatannya.

Dalam lingkup kehidupan, bukankah sebagian besar dari kita juga memiliki Sikap seperti orang pertama itu?

Saat kita menghadapi masalah, kita selalu mengeluh mengapa kita yang `kecil' ini mendapat masalah seberat itu.

James Gwee dalam Ultimate Power Motivation di Senayan kemarin mengatakan, BAHWA YANG MENJADI POKOK PERSOALAN BUKAN BESAR KECILNYA MASALAH, TAPI BESAR KECILNYA VALUE ANDA.

Begitu value anda ditingkatkan, maka masalah tersebut akan menjadi kecil di mata ,bukankah anda saat ini sudah sangat mahir makan dengan sendok dan garpu, suatu hal yang menjadi masalah besar saat anda berusia dua tahun ?

Dan bukankah anda saat ini sudah sangat mahir bermain internet, sehingga anda bisa ikut milis dan membaca newsletter ini, suatu hal yang mungkin sangat asing dan sukar beberapa tahun yang lalu ?

Sayangnya, di dunia di mana kita tinggal ini, tidak semua orang mau berusaha untuk meningkatkan value di dalam diri mereka.

Daripada berusaha capek-2 meningkatkan value, mereka lebih memilih untuk `menetapkan standard' mereka sendiri terhadap dunia ini. Sebagai contoh, ada dari mereka yang mungkin berkata ,"Karena kemampuan bahasa Inggris saya jelek, saya jadi tidak tertarik membaca buku bahasa Inggris. Kalau ada terjemahannya, mungkin saya mau baca". Standard bahasa Inggris mereka sudah dipatok di nilai tertentu, dan daripada meningkatkan value standardnya, mereka lebih memilih buku terjemahan yang `lebih sesuai' dengan standard mereka. Di sisi lain, ada juga mereka yang berusaha `meningkatkan value' standard mereka dengan memaksa diri membaca buku bahasa Inggris sambil membuka-2 kamus.

Tidak ada yang salah dengan pilihan anda, apakah mau mematok standard atau meningkatkan standard value anda. Ini semua hanyalah pilihan anda pribadi dalam hidup.

Hanya saja, apabila anda mematok standard anda di satu titik tertentu, jangan mengeluh terhadap kerasnya kehidupan dan masalah yang datang kepada anda. Ingat, bukan besar kecilnya masalah yang menjadi pokok dalam kehidupan ini, tapi besar kecilnya value anda.

Dan ada satu prinsip yang luar biasa yang dikatakan oleh Andrie Wongso tentang hal ini, "KALAU ANDA KERAS TERHADAP DIRI ANDA, MAKA KEHIDUPAN AKAN LUNAK KEPADA ANDA. SEBALIKNYA APABILA ANDA LUNAK KEPADA DIRI ANDA, MAKA KEHIDUPAN AKAN KERAS KEPADA ANDA". Jadi, lakukan pilihan yang terbaik, dan dapatkan hasilnya.

sumber: Soulfully Newsletter

Friday, April 06, 2007

Making money from your website using advertising

You have managed to get your website to that magical point where you have established popularity, traffic, loyalty and a community of fans. Your site contains a wealth of information, resources and services that you provide free because that’s just the kind of person you are. You may not have intended to make money from your site but now that you have an audience you realise that it’s possible, or perhaps you have to start thinking about generating income because your costs to manage the site have increased and it’s starting to hurt.

You have been diligent over the years to build up your community, but now you wonder how to go about making some revenue by leveraging this audience (as the marketers would say, you want to monetise your site). Maybe you have some big dreams and plan to one day generate advertising income from your new web project. This is a very common plan for online business given people tend to expect information and services to be free on the web. Advertising may be one of the only revenue generation strategies available to you.

How much traffic do I have to have to make money?

In my experience once you have about 500-1000 unique visitors per day to your site *at least* before you can start to make real money. You can make chimps change from day one from your 50 hits, but this article is targeted at those that have a larger audience, or perhaps are constructing a business plan (either real or in your head) and would like to know how to go about monetising your website. If you get more then 1000 unique visitors a day chances are you already make money from your site (if not you should be!) but my points are still relevant.

As per usual I will illustrate my article using real world examples from what I did to make money. Over about five years I managed a hobby site that started off as a very local site focusing on people in my area that played the game Magic: The Gathering. I wrote reports and did news coverage for the game. Later I expanded the site to Australia and eventually opened it to the world although it remained mostly Australian with a good chunk of Asians and New Zealanders.

Banner programs

At around the time I was getting 500 unique visitors a day I decided to start playing with advertising methods. This was before the advent of Google Adsense (more on this later) but there were many banner programs available that paid either on cost per click (CPC) or per impression basis. An impression is a banner being displayed to a user once, a click is someone clicking the banner and visiting the site being advertised.

These networks act as a middle man between business that want to advertise and people like me that have an audience and want to make some money by displaying banners. Unfortunately these programs display banners that often don’t match your audience. I tried a few but it was a short lived experiment that made me a few dollars if that.

I recommend you avoid any banner programs. If you are confused about what I am talking about regarding banner programs take a look at Burst Media to get a grasp of how they work. For small sites they just don’t make much money. For large sites there are much better ways to make money. I’m sure there are people out there that make good money from these programs (I’m sure the program owners do!) but in my experience a little effort to find the right type of advertising can yield much better results.

I decided the best way to make money was to really leverage the demographics of my audience. I had a fairly focused niche, card game playing young males. I started by emailing all the local and international card game shops and asked if they were interested in exposure to my market. Instantly I had responses but I had to come up with a pricing structure first.

How much should you charge?

By this time my site was getting close to 1000 unique visitors per day, with about 300,000 impressions per month. I had done my research and I knew that advertising on websites was usually via a standard 468×60 banner so I would start with that. I also knew that many companies charged by what is called CPM or cost per 1000 impressions. Back then this was by far the most commonly used scale for pricing of web advertising and you could expect to earn anywhere from $0.10 to $10.00 CPM. I never liked this method of advertising because it didn’t guarantee any visitors. Charging by click-throughs is a far better method, but didn’t become mainstream until later.

I decided that in order to keep my advertisers I had to offer value so I went for a blanket approach. I started charging a flat rate of $30 per month to have a banner on my site which offered as many impressions that my traffic could provide. I signed up my first few advertisers at this rate.

Banner management software

In order to “rotate” different banners across my site I needed some special software that would dynamically place banners. This allowed me to have more than one advertiser banner in a single location so I could optimise my adspace and make sure my audience didn’t get too bored from seeing the same banner over and over again.

Let me save you some time, phpAdsNew is the best banner management software out there. It’s under an open source license and has all the features you could ever wish for at a price you can’t beat, it’s free. If you don’t believe me and absolutely have to try searching elsewhere try this category at the PHP Resource Index.

There is a learning curve with phpAdsNew and you do have to install it on your own server. If you are like me and you do things like this yourself most of the time you shouldn’t have too much trouble. Otherwise you might try contacting your favourite ITGeek and get them to give you a hand.

Statistics are important

The best feature with phpAdsNew is that it allows you to provide a unique user login for your advertisers to check their banner statistics in real time. This means at any point in time they can learn how many impressions and clicks their banners are receiving from your site.

Before you start searching for advertisers you should be very familiar with the statistics of your site. Do you know how many unique visitors you get? How many hits you get? How many impressions? Do you even know what the differences are between these? Try this stats terminology primer on for size if you don’t.

Most web servers come with a statistics package. Ask your web host if you don’t know. The most common are Awstats (demo) and Webalizer (demo) which often are preinstalled on many hosting packages. Become familiar with these packages so you can accurately assess your site traffic.

Increasing ad revenue

I now had the foundations laid and was serving the ads of my first few advertisers. From the point onwards I went to work attracting more advertisers by directly emailing North American online card stores and other related sites. I kept an excel file to track which websites I had emailed and their responses so I could follow up in a timely manner.

I created new banner positions and started initiatives like a newsletter to generate more revenue. I created monthly packages that combined newsletter advertising and different banner positions and offered them at $500 per quarter. I increased the top prime banner position fee to $50 per month and started offering a tower banner position for $50 as well.

Eventually I had to limit the number of banners I could take in the prime positions to avoid dilution. I had a guarantee in place that offered at least 30,000 impressions per month (averaging 40,000-60,000) to advertisers so that they always received a good equivalent CPM rate. I even had some advertisers purchase the rights to “own” a position for a certain period to make sure no other advertisers banners would be displayed.

Eventually I reached a point where I was averaging $500 per month and peaked at $1000 in one month. Some advertisers came and went quickly but many stayed loyal and in fact still advertise today though I sold the site a long time ago. The niche for the site was so focused that it became the pre-eminent site for Australia in it’s marketplace and consequently some Australian advertisers simply stuck their banners up as a branding exercise. They knew that the exposure from the site would help to align their business as one of the pre-eminent retailers or event organisers for the game. Some advertisers stopped caring about click through stats and kept advertising purely for the branding exposure.

Google adsense

At some point Google Adsense popped up and I was in with other early adopters to try it out. My results were okay. The money wasn’t nearly as good as the established relationships with advertisers I had, however the ads being displayed were a lot more targeted than banner networks I had tested early on.

I eventually stopped using Adsense because I could better monetise the adspace with my traditional advertisers. However that was before Google went to work providing such a variety of banner sizes and display options. Nowadays Google Adsense is a viable income source for many websites so I definitely suggest you look into it as a possible option for generating revenue, but remember it’s not the only means and you can earn more if you get busy chasing targeted advertisers.

Ongoing maintenance

I wouldn’t call web advertising income passive, but it sure is close. The systems I had in place handled everything automatically. While I did have to manually create advertiser accounts, pursue advertisers and control billing, once the systems were in place, in particular phpAdsNew, I didn’t have to do much. Of course depending on your website often the maintenance of your community is were the labour is involved, but chances are if you started the site you either enjoy it or have plans in place to eventually remove yourself from the maintenance role.

In the end I sold my site but if it wasn’t for the advertiser revenue my asset would not have been valued nearly as highly as the final sale price. Investing in advertising is like investing in any asset, the time and labour you put in today will lead to benefits in the future.

Yaro Starak
Web Entrepreneur

Thursday, April 05, 2007

PITARUAH AYAH (CALON PENGHULU)

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam jo sambah kami kapado sugalo niniak mamak nan gadang basa batuah, kapado angku-angku alim ulama suluah nan tidak kunjuang padam. Angku-angku cadiak pandai pasak jo kungkuang di nagari. Dubalang jo ampang limo parik dalam pagaran kokoh bundo kanduang samo di dalam. Karanggo di batang kapeh manitih daun silasiah lalai kabujuak silaronyo. Indak bainggo jo babateh bukan basibak jo basisiah, di lingkuang sambah jo kasadonyo. Ama ba’du, adopun kamudian dari pado itu alah nan ka manjadi buah parsambahan. Pihak dek kami rang balerong pimpinan datuak parapatiah lahlamo taragak jo takana nasa di hati nan tapandan kaua di batin nan tasimpan kinilah baru talabuahnyo. Komah kan lah samo mamak caliak pita kaset sadang balenong batutua salingka adat itu nan utang dilansaikan. Disusun-susun diatok dikarang diatua panjang lalu dituang karekaman. Tanama namo studio, etan di jalan perak kosong di dalam Ranah Kota Padang. Satantang tema nan diangkek, alamaik sasaran kato, iyolah kapado calon panghulu tuneh pimpinan di nagari kandidat pucuak dalam kaum. Kami tatiangkan dalam kaset bungkuihnyo pitaruah ayah barisi pasan amanah. Dilahia kapado anak, dibatin untuak rang banyak, langsuang di sampaikan dek angku Yus Datuak Parpatiah kumandan balerong di Jakarta.

Jo kok diindang di paberai, dietong dikaji-kaji raso lancang kami katangah mak, sabab baalah dek baitu panghulu banyak nan batuah tuangku banyak nan kiramaik, dubalang banyak nan sati. Rumik barundiang jo nan pandai, bak makan dakek mintuo. Tapi walaupun nan bak kian mak, saguruah-guruah hari nan kapa di lauik juo, sa rusuah-rusuah hati nan bana disabuik juo. Mako dijambaukanlah sapanjang tangan di juluak sapanjang galah, disabuik sado nan dapek. Alang jo kekek bari makan barilah makan kaduonyo, sangka tagantuang-gantuang juo. Panjang jo singkek diulehkan, kok tak sampai apo ka dayo. Tenggang dek mamak jo bicaro.

Akia kalam sudahan kato kalelawa di pulau rimbang anan ruso mati tadabiah. Kok gawa toloanglah timbang, kok doso ampunan labiah. Kami nan bukan cadiak pandai, ilmu di Allah tasimpannyo. Kok lamak mohon dibilai, tando panghulu saandiko. Di lubuak tarantang pukek, kanailah anak ikan rayo, duduaklah sutan arek-arek kami ka mulai babarito.

Bismillahirahmanirrahim,

Manolah nak kanduang jo nyo Ayah, kamari-mari anak duduak ado rundiangan ka di sabuik. Ayah ingin bamuko-muko, basurah batutua panjang bakato bamuti-muti. Ndak lapeh sasak di dado, nak lansai utang tabayia, jan nyo takalang-kalang juo ibaraik duri di dalam kuku, bak tulang di karongkongan kini malah ayah lafaz kan.

Waang kan alah tau juo nak, dalia nan sakah keadaan satantang badan diri ayah, umua samakin laruik juo bak hari bajawek sanjo, lah sirah cayo muntari manunggu luluih ka tabanam. Tubuah lapuak kudaraik abih, darah dingin batin lah kandua paratian lah lamo puda. Sungguah dipasak labiah ranggang, satiok kabek labih lungga, serak baserai jo bagian itu nan lazim pado alam. Apo nan lazim pado alam dahulu inyo tiado, kudian baru nyo ado akhianyo lanyap tak basiso. Jo kok diliek ka nan lahia nak, di pandang-pandang dalam camin, umua ayah indak ka lamo, antah beko antah barisuak ajadulah datang manjapuik, nan punyo tibo mamanggia, dari tanah suruik ka tanah, pulang ke asa mulo jadi, dunia balipek hanyolai. Dek sabab karano itu nak, mananti aja balun sampai tarago nyawa dalam tubuah, salagi angok turun naiak. Nak ayah sudahkan karangko cinto nak lansai bangkalai kasiah sayang nak tibo di gunjainyo, sinan salasai palangkahan.

Oo nak kanduang sibirang tulang ubek jariah palarai damam sidingin tampa dikapalo, buah hati limpo bakuruang gantuangan ayah jo bundo. Anak mudo salempang dunia, sumarak kaum caniago, pamenan suku rang sikumbang bungo ka kambang di nagari.

Dangalah molah elok-elok nak, simakkan bana nyato-nyato. Nak jaleh maa nak paham maa nak saiah sasaran kato. Piliahi sado nan taserak kampuangkan kok nyo taganang. Ambiak nan boneh ka tinaman, nan ampo bialah anyuik.

Manolah nak kanduang ayah, dalam sapakan duo nangko nak, kaba barito ayah danga, curito saiah dalam kampuang apolah bunyi pakabaran. Kan iyo bardiri rajo sapakaik alam baitu undang dalam adat tabuhua takabek arek sampai kini alun barubah. Mako di dalam kaum pasukuan nan babuku bakaratan nan basimpang basapiahan. Alah satanai salatak’an alah satapak sapija’an murai tak ado nan bakicau rantiang indak badatiak lai. Ko non waang ka digadangkan nak, mamaciak tampuak jo tangkai pucuak pimpinan pasukuan iyolah panghulu tu namonyo.

Bulan Syawal tahun di muko di hari baiak bulan baiak, ombak tanang angin salasai hujan taduah kabuik pun tarang ayuang balaia di musimnyo. Sinan lah alek ka dipancang tagak marawa dalam kampuang gaba-gaba baradai panjang, malatuih badia pusako bagua tabuah larangan tando rang gadang naiak nobat. Mako dilapeh kulansiang ka nagari, dibantai kabau panjang tanduak, disaat kutiko itu nak, dialek jamuan adat disandang gala dilewakan, anak ayah jadi panghulu rang gadang pasa batuah. Gadang di payuang sapatagak, basa di dalam pasukuan batuah pulo di nagari. Alhamdulillah baiak lah itu syukur nikmat pado Allah sananag lah ayah mandanganyo. Baa lah bana sanang hati nak, dek malin indak tabacokan dek tukang alun talukihkan raso mandi di anak sungai, nan bak trumpuik di timpo rinai. Namun nan salampih nan dari pado itu nak, jo kok dibaliak bak mamandang kalau diulang bak manyapuah diinok lalu dimanuangkan, siko tagamang hati ayah, tukujuik runggo hati bundo. Sabab baalah dek baitu nak, nyato bak pantun-pantun urang, apolah bunyi pantunyo si saliah mangkuto ameh, mandaki mudiak kilangan, lah buliah mangkonyo cameh, mandapek raso kahilangan. Mangko baitu kato ayah, sapanjang nan ayah tahu suriah sipasin dalam adat contoh nan sudah di nagari. Ado pun nan ka manjawek warih panghulu, bukan urang sumbarang urang, urang pilihan lua dalam. Nan rimbun rampak jo adat babuah labek jo pusako mandeh kayo bapak batuah, mamak disambah urang banyak.

Mako kok dibandiang-bandiang diukua adok ka badan diri waang ko, jauah lah panggang dari api nak, awak gapuak tabaok lamak kok tinggi ditunjang rueh lagak dibaju gadang palasuran gadang jo bareh rang baanduak. Pitih sayuik sikola tangguang, ilmu bakurang-kurang pangalaman marapek alun. Tapek bak isi buah pantun, sakalai ambiak ka salendang pambaok anak turun mandi, jo adaik awak mangapalang jo syarak jauah sakali. Kok mahapik basi jo bilah beko yuang tak baban batu di galeh upah tajawek kabau pincang raso mambulang itiak patah siko ta cameh hati ayah. Tapi pulo nak, banyak pituah nan badanga tuturan urang cadiak pandai apolah bunyi nasihatnyo, nyampang nan luhak lai katatimbun nan munggu makanan tajak paham jo ranah balikuhan sinan tabantang jalan rayo, alun nan jauah tak tajalang. Ayah yakin nak, asahkan di niaiak baiak cito elok paham mamutuah do’a jo usaho. Sinan hidayah katurunyo. Tak ado kunci tak tabukak nak, sabab takalo tacetak kuro-kuro, urang mambuek anak kunci. Carilah sampai basuo di maa lataknyo anak kunci. Dek itu ayah ingekkan, kok nak tau rajin batanyo nak pandai sungguah baraja nak arih kuaik manyimak nak mulia tapati janji nak tuah di budi baiak nak kayo pandai baimek. Kok iyo prang ka dihadang ampang amanah batarimo langkok-langkok sanjato diri nak, pagaran laia dengan batin tuntuik ilmu sampai ka ateh. Asahkan namuah manyimak, guru baserak bakuliliang alam takambang tatuladan. Barajalah ka bakeh pisang, ba’a bana rasio pisang nak, iduik hanyo sakali joak, umua nan tidak panjang amaik. Tapi bapantang mati mangarisiak sabalun buah mangalupak walau jantuangnyo ka taulua. Pagi di pancuang patang tumbuah dipapek bataruak juo, cako rogek kini badaun. Paneh ba musim tak nyo layua, dek ribuik haram tabokekkan sampai maurai bungo mandak. Tumbuah isuak babuah labek manyirah sabalik tanda, dimakan urang sanagari buruang jo pipik barasaki. Dek lah sampai niat mukasuik mambari guno bakuliliang tarago indak ka disintuah nak inyo ka tumbang rabah surang rilah mati tunduak ka bumi. Umua usai tugas salasai, jariah indak dikana lai bia nan satu manilainyo. Sebentar tapi berkesan, sekali penuh kenangan. Baitu falsafah hiduik pisang lukisan hadis pado alam khairunnas yamfa’unas “Sebaik-baik manusia, ialah manusia yang memberi manfaat untuk orang lain”.

Atau baguru pulo ka baringin nak, tumbuah manangah-nangah padang dari jauah jadi pedoman lah hampia jadi tumpuan tampek bapuhun dagang singgah. Daun rimbun manyusun siriah ibaraik atok ka bataduah umpamo payuang ka balinduang. Dahan gampa baurek tunjang manyatu hunjam ka bumi, kok sakah pantang maimpik, buah nan indak labek bana gadang sakiro makan punai. Nyampang lareh buhua ditampuak jatuah manimpo urang lalu, alun manyeso nan dibawah. Diurek malantai tanah indak nan tumbuah lua rumpuik. Rumpuiknyo gatia-gatialan co lapiak perdani hijau aluih lunak bak bulu kuciang tampek musafir lapeh harat. Itulah sifat dek baringin nak, walau bapaneh kahujanan tumpuan angin jo limbubu maliuak di timpo badai, namun ba’alah bana panangguangan nak, dek janji ikarar taguah ikhlas sabagai payuang panji, sinan hakikat bahagia. Contoh nan sudah pado alam nak tuladan bagi pamimpin, suko jo rila dipabanyak saba tawakal dilabiahi.

Tasabuik tantang panghulu, adopun asa namo panghulu dari pangka sarato hulu, tampuak tangkai gagang pamacik sinan hinggoknyo mato ladiang bakeh punco arek mangungkuang. Kok lai tampan tabaok urek like kareh bamatan dagiang bapilin silang siua tukang salasai mambantuaknyo dilangkuang makanan rawik dilarik tunangan ukia, putiang sanang bawa mamuji simpai malilik sanang hati sapakaik lilin jo ambalau. Ujuik ma’ana kasimpulan nak, kok nak jadi panghulu juo pangka jo ulu dalam adat tampuak jo tangkai do nagari pambalo anak jo kamanakan. Taguah-taguah bapandirian, jaleh-jaleh tanah bapijak, yakin-yakin kama dawah, itu ciek. Arati kareh bamatan, berprinsip dalam bersikap konsisten dalam bicaro, tangung jawab dalam bertindak baitu baso rang kini. Bantuak tampan roman manakah, mukasuiknyo tahu jo anak buah, piduli jo masalah, cepat tanggap dengan aspirasi arus bawah. Usah cuek kato rang kini, masa bodoh kecek rang Jawa, buto sambilan baso awak. Jaan nyo putiang malarak ulu takanak simpai jo bawa pangungkuang pangabek arek. Itulah iman dengan takwa nak, agamo pagaran batin syariat pidoman iduik suluah di dunia jo akhiraik. Sataguah-taguah ulu sabik nak, satajam-tajam mato ladiang nyampang ambalau tak marapek, alamaik lungga dipakuakkan pancuang jan arok ka mamutuih. Itulah inyo kasiah sayang nak, mangabek jo tali budi babungo santun jo ibo, pamor datang susah mandapek kharisma ka tibo surang sinan wibawa tapampangnyo. Adopun hiasan jo ukiran mangko manih dipandang mato sajuak hati saleso batin banamo baramah tamah. Banyaklah sengeang dari galak dapek sanjuang indak malantiang kanai upek pantang mangaluah karitik jadi vitamin. Kayo musikin tak basisiah nan kurang sapo dahulu nan lai kama kapai. Tapi kok tak basuo nan sado nantun nak, kalau kaulu-ulu tibarau bawa kajai simpainyo dawai jo bantuak indak manakah jo kilek jauah sakali elok tinggakan mato sabik. Kato kok urak-urak ungkai barundiang taranjak-anjak, patang pakek barisuak caia budi tasingik di nan rami agamo mangulik dasun tiok disapo tak babunyi asa diimbau tak manyauik suko mamanciang jo balango, nan runciang nyo rawik juo. Itulah pantang cilakonyo nak, jadi panghulu pucuk bulek pimpinan dek urang banyak. Jauahkan bana tu nak kanduang upek sarapah nan katumbuah doso lah anak nan ka dapek, Ayah tak rila tantang itu.

O… nak kanduang imbauan ayah, agak parapek molah duduak nak nyato ujuik kato-kato. Pado jangko takaran umum ukuran pasa nan biaso, sawajah tantang panghulu, pamangku adat di nagari manaruah saraik pamakaian kriteria kecek urang ado sabaleh bilangannyo, manolah jinih nan sabaleh, partamo Islam, kaduo musti laki-laki, katigo banda tajunan aia, kaampek baligh berakal, kalimo sehat lahia batin, kaanam urang arih babudi aluih, katujuah piduli jo anak buah, kasalapan, kasiah jo ibo pado adat, kasambilan manaruah jiwa pemimpin, kasapuluah adil sarato jujur dan nan kasabaleh ringan muluik lamak barundiang. Satantang Islam agamonyo itulah saraik pokok pangka, salua agamo Islam tartulak jadi panghulu saraik sapuluah tak balaku. Sabab baitu kato ayah, nan jadi landasan adat urek tunggang tali mariahnyo nyatolah hadis jo Qur’an adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Kok nyato inyo urang kapi ataupun murtad baliak gagang, gugua sugalo kewajiban tangga rangkaian adatnyo. Usahkan ka jadi datuak nak baban panghulu ka dipangku manjadi sutanpun tak mungkin. Punah warihnyo jadi minang babasuah jajak di pusako haram mamakai namo suku talantiang di rumah gadang. Baitu bunyi undangnyo dalia nan indak ragu lai pasang sudah paku lah mati.

Itu nan partamo. Nan kaduo, urangnyo musti laki-laki sabab sapanjang ukuran syarak laki-laki nyato pamimpin babateh pado parampuan. Arjalu kawamun ‘alannissa, baitu ayat mangatokan landasan hukum syariatnyo. Nan katigo babanda tajunan aia, jaleh pusako pawarisan nyato basasok bajarami basuo pandam pakuburan bukan inggok bukan mancakam bukan pulo urang malakok talukih di dalam ranji. Nan kaampek baligh berakal, alun sampai ukuran umua urang tabilang anak-anak dilua saraik tu namonyo. Diadaik Koto Piliang dek karambia tumbuah dimato arihnyo langsuang dari mamak buliahlah gala dilewakan walau datuaknyo paja ketek namun mamacik tampuak andiko talimpah bakeh nan patuik sampai mananti inyo gadang. Nan kalimo, sehat lahia sehat di batin. Kok badan sakik-sakitan, sakik nan tidak kunjuang cegak salah bao kurang anggoto cacat pisik bak kecek urang dilua bilangan adat atau gilo dalang jo pasiak kandua sabalah tali gitarnyo nyato baluhak kurang panuah indak baruang bakeh masuak lakeklah palang pasak adat pangkek panghulu balarangan. Nan kaanam babudi akhlak bataratik, walau mungkin di pandang mato bantuak lai takah pun ado tapi kok iduik ndak babudi laku parangai busuak anyia akhlak indak manaruah, ilang patuik jadi pamimpin. Nan bak manitih kayu lapuak ibaraik manompang biduak tirih hanyuik sarantau anak buah. Nan katujuah, piduli jo anak kamanakan, sapantun gubalo tangah padang ingek taranak takucawai siang jago malam batanggang pandang caliak nyariang pandanga alih diarek ka malantiang. Alun sakik panawa tibo, baru tagamang lah bajawek tiok tangih makan pujuak baitu sifaik rang gubalo. Nan kasalapan, kasiah jo cinto pado adat babaiak sangko jo pusako undang-undang bajunjuang tinggi, kok nyampang ragu jo adat hati bainggan manarimo dalam nan inyo baindakkan antilah jadi panghulu urang munafik tu namonyo. Santano lai ka mangawik adat di saik dpakainyo. Jo kok taraso mambarek-i tibolah cacek tak babandiang dikatokan adat lah kuno lah tingga caro bapikia mahambek garak pambangunan. Di tangannyo adat ka caia tu nak, bapitaruah antah ka mancik musang manjadi induak ayam. Nan kasambilan leadership, pandai manyusun jo maatur, bijak malenggang ka talenggok sasuai agak jo ajiah dek aluih karajo tukang indak bakasan sambuang paran. Nan bungkuak makanan tarah, nan kasek makanan rawik, sasuai mangko takanak talatak suatu dimakannyo. Nan kasapuluah, adil sarato jujur, adil dalam mahukum jujur dalam manimbang di tangah latak tulang pungguang. Sakadar manimbang samo barek nak, jo kok maukua samo panjang tibo mambagi samo banyak. Alun sampai hakikat adil jujur nan patuik diragukan. Sabab baitu kato Ayah, samo barek ameh jo perak ganiah marekan saukuran dagiang satandiang jo galeme. Itulah zalim banamokan. A… cubo Ang pikia Ang ranuangkan nak, dek ingin babuek adil jujur nan luruih-luruih tabuang ang karek kayu samo panjang, rumah apo nan katagak? Ka baalah bantuak rumahnyo kalau tunggak jo paran samo panjang rasuak sapanjang itu pulo taruih kapado kusen pintu anak janjang kasau jo laeh hinggo ka pasak pintua dapua, ukurannyo ampek-ampek meter, lai ka jadi rumah? Nah dek anak baradiak kakak, nan adiak sadang di TK nan kakak nyato SMA diagiah jajan samo banyak dibari saribu surang, mako kejamlah waang ke nan gadang, indak sampai samangkuak bakso. Lobo namonyo ke nan ketek, jajaj pemen tigo ratuih, minum mambaok dari rumah. A… baa makonyo adil, dimaa talatak kajujuran? Agiah nan ketek limo ratuih bari nan gadang tigo ribu, itu baru nyo sadang elok. Mako hakikat adil kajujuran nak, iyolah malatakkan suatu pado tampek tapakai alua jo patuik, seimbang serasi dan selaras. Di jari lataknyo cincin, di langan takanak galang maliek jo mato batin. Nah iko saraik kasabaleh nan panghabisan banamo pamimpin tauladan basambuang ateh jo bawah sapaham baliak batimba komunikatif kecek rang kini. Baalah elok bunyi rabab nak dek pakak urang mandanga baliau malengah sajo mako paralu basiang ateh tumbuah mamandang di ateh rupo cito lalu mukasuik sampai sasuai umpan jo ikan biduak santondan jo pandayuang itulah sabaleh saraik nak, itu pulo pandapek ayah sapanjang ilmu nan tasimpan, mungkin di tambo tak basuo dek rang cadiak balain sabuik dek nan pandai batuka bunyi ujuiknyo kasitu juo. Ayah mambaco nan tasirek tingga dek waang mamahami.

Didulang sadulang lai pandulang ameh malako ayah ulang saulang lai panyambuang nan putuih cako. Sapanjang paparan ayah tadi nak, bilangan saraik dek panghulu ado sabaleh parkaro tapi kalau dikampo naknyo kucuik dilipek diguluang-guluang jadilah inyo ampek macam baitu sapanjang adat. Kok ado urang batanyo manga kok sampai ampek sajo, indak tigo ataupun limo, tujuah lapoan jo sapuluah? Jawabnyo sasudah iko ayah tarangkan, kini rundiangan ditaruihkan nak, yaitu satantang syaraik panghulu batasan kecek rang kini kriteria bahaso aluihnyo. Ado papatah mangatokan tiok lasuang ba ayam gadang tiok munggu babalamau kalau dirunyuik dipanjangkan diambiak ka ujuik paham mako dapeklah di ma’anakan, bahwa satiok kapa ba nahkoda tiok pasukan bakumandan tiok jamaah ba imamah tiok kumpulan bakatua satiok PT. punyo dirut satiok suku bapanghulu. Makonyo ayam bapamisa nak, babaliak ke undang tadi tiok lasuang ba ayam gadang, indaklah lain mukasuiknyo di tangah galanggang lasuang, ayam gadang nan bakuaso. Lasuang adlaah lambang komunitas sebuah unit masyarakat nan punyo wilayah mamurakyat langkok pimpinan perangkatnyo. Walaupun duo – tigo baayam gadang sikua sajo nan bakuaso, nan lain patuah ka kumandan. Itulah inyo panghulu urek tunggang, pucuak nan bulek pusek jalo pupunan ikan, mamaciak taraju di kaumnyo. Mako mancari sosok panghulu nak, ideal cakak mamimpin panutan umat dibawahnyo, ado ampek kriteria. Ditamsilkan ka ayam gadang nan batando ba pembawaan punyo karakter kharismatik yaitu partamo nan sirah ranggahnyo kaduo nan bakilek bulunyo, katigo nan badarai kukuaknyo, kaampek dilasuang pamainannyo. Sadangkan nan panjang susuah indak tamasuak panilaian doh sabab hakikat susuah jo taji adolah simbol kakarasan disiko otak nan paralu bukan jo otot bapanggakkan. Nah mari koti bacokan ciek-ciek. Kok ayam baranggah sirah tandonyo indak bapanyakik, kalaulah hitam ranggah ayam gilo makuak-akuak surang berak kapua angok bagarau mato layua bulu maramang ikua kulai paruah ka tanah cubadak mudo ka kawannyo. Mukasuiknyo nak, urang nan sehat lahia batin langkah kamek garak nyo lapeh utak janiah jiwa barasiah baru salasai pimpinannyo. Juo barikuik pola pikir, kinerja kebijakan dan kepekaan sadonyo sehat terkondisi. Kuniang bukan karano kunik, lamaknyo bukan dek basantan indak ciluah bebas KKN urang barasiah lua dalam lahia coga batin salasai, itu ciek tu. nan kaduo nak nan bakilek bulunyo, yaitu gagah necis pede jantan banyali besar kalau loyo kuyu marumuak makai indak sandereh di maa wibawa ka tumbuahnyo. Lagak bukan di kain maha nak gagah bukan dek banyak baju. Tapi nilainyo di penampilan sumbernyo di dalam jiwa membayang lalu ka paroman digarak nampak cahayonyo, mako nan disabuik bulu bakilek bukanlah hanyo licin seganyo tapi basinar panji-panjinyo. Pantulan nur nan di dalam tidak punya beban, baitu istilah populernyo. Salanjuiknyo pulo pilihan nan katigo yaitu badarai kukuaknyo, lantang kalau mangecek barasiah buah tutuanyo, jaleh irama vokal baseni baintonasi buah katonyo bama’ana ibaraik padi boneh satangkai sarimah haram bana nan ampo tatunggang ditampuang urang taserak makanan piliah. Tapi samantang pun baitu nak, nan didanga bukan nyanyian urang mamandang nan balagu. Tiok kalua dari hatim hati lah pulo manarimo kalau maluncua dari muncuang sakadar malayok di talingo nilai rangkaian kato-kato bukan manih lamak batutua indak sorak badantang-dantang tapi buah isi katonyo.

Kabanaran nan tahan bandiang luruih nan makanan tiliak bukti nan bisa dikakokkan. Itulah beda antaro ota jo pituah antaro pidato jo ceramah antaro kampanye jo pangajian. Mako nan dimukasuik kukuak badarai indak lain indaklah bukan kato manganduang kabanaran disampaikan jo muluik manih. Lamak tibo di talingo sajuak tajun di hati tapakua batin manarimo. Komunikatif, nyambung istilah di Betawi, bahakimah caro lamonyo. Nah, iko nan panghabisan, nan kaampek di lasuang pamainannyo. Jo kok pamain tapi banda raok ilia tabang ka mudiak tiok paga tiok bakukuak. Lasuang tingga musang maintai taranak gaduah baciok-an pamimpin kapunduang tu namonyo, lah sasek mamiliah bapak ayam. Padohal takalo maso dahulunyo, saat amanah batarimo bajawek jo pasatiran basumpah jo demi Allah bajujuang kitab Qur’an, nyampang dikana ta’alia-nyo nak ikarar sumpah nan babaconan ipuah nan tidak katawaran, biso nan bukan alang-alang Allahu Rabbi nan katahu. Mandanga lafaz-nyo sajo misa kapado kayu mati, manggaga pitalah bumi bagoyang langik nan tujuah gumanta alam bakuliliang.

Cubo ang pikia nak, nyampang khianat jo amanah janji sakadar buah muluik sumpah nyo ganti gulo-gulo, tangguang jawab dibaok lengahkan taranak indak tagubalo, anak buah serak baserai, mako padahannyo kaateh indak bapucuak, kabawah indak baurek, ditangah digiriak kumbang. Awak indak baurek lai, badan mumuak sabaliak batang, pucuak rogek badaun indak, tagak juo mamancang bumi baralah kabarek panangguangan nak, nyampang barantiang salai daun dapek bagayui kalelawa tansano rabah tabalintang disapo juo dek tindawan. Tapi apo kadayo kayu mati nak, taseso di tangah padang basinggam jo matohari pupuik angin jo ribuik. Kok siang batuduang awan, kok malam salimuik ambun. Itu barulah kieh kato bayang, ko non pulo ditapasiakan dibaco ujuik maripaiknyo Allahu’alam parasaian. Kaateh indak bapucuak, aratinyo putuih gantuangan tali langik, murka Allah nyato manimpo. Kabawah indak baurek, tangga hubungan dengan bumi, manyumpah umat nan dipimpin. Di tangah digiriak kumbang, punah wibawa namo baiak mancibia mungkadukallah itulah dalia nan sakah nak, kalau panghulu mengkhianat, pamimpin urang kualat pajabat mancakiak rakyat, tangguang dek angku kutuak urang sapantun kayu mati tagak merana sepanjang masa, derita tiada tara hina dina di alam maya. Na’uzubillah tsumma na’uzubillah.

Kini rundiangan diganjua suruik nak, panjapuik nan tingga cako satantang ampek maampek. Adopun angko ampek angko batuah, angko pusako jak dulunyo sukatan adat Minang Kabau. Tiok suatu tabagi ampek, tajalin di undang-undang talukih dalam limbago sampai kini barubah indak. Cubo ang simak jaleh-jaleh, adat tabagi pado ampek, yaitu adat nan sabana adat, adat nan taradat, adat nan diadatkan dan adat istiadat. Kato ampek bagiannyo, yaitu kato pusako, kato mufakat, kato dahulu batapati kato kudian kato bacari. Aturan tabagi ampek, aturan adat, aturan syarak, aturan undang dan aturan cupak. Pamimpin ado ampek urang nak, banamo urang ampek jinih, yaitu ado bapanghulu, ado malin, ado manti cukuik kaampek jo dubalang. Kabinet pagaruyuang banamo basa ampek balai. Bandaro di sungai tarab, indomo di siruaso, mahkudum di sumaniak, tuan kaji di padang gantiang. Ampek pasa buliah manggadai yaitu maik tabujua tangah rumah, gadih gadang indak balaki, rumah gadang katirisan, adat indak badiri. Arah bajalan ampek macam, partamo jalan mandaki, kaduo jalan mandata, katigo jalan manurun nan kaampek jalan malereang. Nak, siriah langkok pun ampek juo nak. Yaitu badaun siriah, babuah pinang, basadah, bagambia. Ramuan ubek ampek daun, kumpai, cikarau, sitawa, sidingin. Kok tibo mambuek samba, balado, bagaram, babawang, baasam. Sasukek ampek cupak, sacupak ampek gantang, sagantang ampek omok. Rumah gadang bagonjong ampek, pantun satanggak ampek-ampek, saraik nagari bakaampek suku, baitu sataruihnyo jihad nan ampek, suok, kida, muko, balakang, ateh, baruah, ilia jo mudiak, utara, selatan, timur, barat, api, aia, angin jo tanah. Sampaipun nak, kapado parmainan ampek juo. Silek balangkah ampek, saluang bagirik ampek, kudo dilapeh ampek-ampek, main domino ampek urang, bakoa barampek juo. Pendeknyo sugalo ampek nak, ampek, ampek, ampek jo ampek. Banyak lai kalau dibilang ayah cukuikkan sado nan tun dietong bahabih maso. Itulah sabab karanonyo, jo kok tak tahu jo nan ampek, tacacek di dalam adat tacalo di masyarakaik, pakak, mada, bungkuk sarueh indak manangkok antenenyo, indak tahu jo nan ampek, ma’ananyo indak tahu jo aturan. Sabab undang-undang sakabek ampek, kok lai paham jo paraturan, dikatokan urang maampek baitu aturan rang saisuak nak.

Muhammad Rasulullah, adolah lambang kapemimpinan tuladan nan tidak kunjuang usang. Baliaulah king of king, panghulu dari sugalo panghulu, di barat atau di timur, dari dulu taruih bak kini sampai balipek alam nang ko. Indak lamo jadi panghulu, tigo baleh musim tapakai mamaciak tampuak suku Arab, batuka colok dunia ko, dari bakabuik tarang jilah bakisai adat Jahiliah tatagak adat islamiah. Ilia sanang mudiak santoso, sumarak alam bakuliliang, mardeso sugalo umat, itulah sabab karanonyo nak, diantaro saratuih rang pilihan, baliau surang nan tabilang nan lain buliah diindakkan baitu paparan buku karangan pujangga urang Barat Nasrani pangikuik Nabi Isa, ndak urang Islam mangatokan doh, sapanjang surah guru-guru, manuruik kaji nan badanga nak, sabagai Rasul ikutan pidoman urang akhir zaman, baliau mamakai ampek sifaik. Sifaik nan patuik kito tiru jalan tabantang kaditampuah dari dunia lapeh akhirat. Kok manyimpang sasek arah, indak ragian nan batiru. Mako sakapa pasisia taniayo nan kodoh hanyuik dahulu handam karam indak batumpang. Manolah sifaik nan ampek nak, partamo siddik, kaduo amanah, katigo fatanah, kaampek tabligh. Mari kito tapak ciek-ciek, amanah aratinyo mambanakan, mambanakan satu kabanaran, kabanaran mutlak nan tak tabandiang nyato datangnyo dari Allah. Alhaqqu mirrabbiq falatakunna minal muntarimu, satiok nilai kabanaran timbangannyo ka Al-Qur’an, walau logika manulaknyo. Suaro banyak tak jaminan, ruang dan waktu tak mambateh, nan bana tataplah bana, bia sakaum maragukan. Itulah sikap Abu Bakar. Dek mambanakan di salah Nabi baliau dapek galaran Siddiq, Abu Bakar Siddiq ra. Mangkonyo nak, mancari kabanaran ado takaran timbangannyo. Silahkan rapek sanagari, barundiang urang cadiak pandai pakaikan alua dengan patuik, mancari bana nan sabuah, tapi tunggu dulu mamakaikannyo sabalun naiak ka timbangan, sabalum syarak mambanarkan. Kok lah sapakaik maiyokan indak balawan jo syariat itulah bana nan hakiki. Itu pulo nan dikatokan syarak mangato, adat mamakai. Kok kamanakan barajo ka mamak, batua, mamak barajo ka panghulu, buliah, panghulu barajo ka mufakat, musti, mufakat barajo ka alua jo patuik, iyo, alua jo patuik barajo ka bana, harus, bana bardiri sandirinyo, tunggu dulu dong. Masiah tagantuang urusannyo lanjuikkan karajo bana yaitu Allah SWT. Mangkonyo samparono nak, kamanakan barajo ka mamak, mamak barajo ka panghulu, panghulu barajo ka mufakat, mufakat barajo ka alua jo patuik, alua jo patuik barajo ka bana, bana barajo kapado Al-Haq. Inyo nan badiri sandirinyo, itulah baru samparono adat. Kasimpuylannyo nak, sifaik siddiq mukasuiknyo, mambanakan satiok nan bana, walaupun rumik mangatokan, “ulil haq walau” muran katokan nan bana walaupun pahik baitu wasiat Rasulullah. Nah, kini nan kaduo. Nan kaduo amanah, amanah aratinyo jujur, jujur ke diri surang, jujur ke urang lain dan jujur kapado Allah. Itulah sifat Rasulullah, sahinggo baliau bagala Aminu, Muhammad Al-Aminu, baitu tarekh mangawakan. Tando urang bajiwa jujur nak, satiok pasan dipasampai, satiok pakirin dipalalu, satiok pataruah dipaliharo. Kalau mangecek indak panduto, kalau nyo bajanji ditapati, ikarar ditaguahinyo, tansano tasasek arah inyo baliak ka pangka jalan, sasek mamakan mamuntahkan, salah ambiak mangumbalikan, tadorong cotok malantiangkan. Pangka batulak kajujuran adolah nurani dalam hati, talago fitrah dalam jiwa, labuahannyo ikhlas lapang dado, tawakal saba jo rilah. Nurani kok kalah dek napasu, timbua khianat jo munafik, sinan bamain aka ciluah, cadiak buruak urang namokan. Dituka baruak jo cigak, maimbuah saikua karo urang tagagau nyo marusuak. Nyampang baliau rang panggaleh, timbangan bakarajokan, basuo jo niniak mamak pusako tinggi dilegonyo, tibo dek hakim jo jaksa undang jo hukum nan dirawik. Kok inyo pajabat kantua, pambukuan direkayasa, nyampang tatumbuak jo ulama ayat Tuhan dikarek-karek halal jo haram dipalungga. Kalau ang lah tau nak, musuah satiok kajujuran adolah lobo sarato tamak, sombong jo takabua. Indak nan tinggi dari pucuak, indak nan gadang dari baniah, awak sianu jo nyo awak. Salero tunggang ka nan lamak, kok mato condong ka nan rancak, itu wajar itu manusiawi, tapi dek hati paliangan Allah dek mato paliangan setan, punyo urang disantuang juo. Tibo godaan dek napasu datang bisikan dek dubilih aa katonyo, kalau iko contoh barangnyo sarik buliah jarang basuo beko urusan di bulakang. Dima baranak dima dibuai, dima tumbuah dima disiang, kok tak kini pabilo lai. Mako tarambaulah inyo ke maksiat, lah karam baru manyasa. Adang jo jatuah di nan data nak, barasiah hati dari awak elok niatan dahulunyo. Tapi dek tabukak pintu rasaki, basuo kijang tauik batamu anau mintak sigai, sinan baputa baliang-baliang, ilang jujur tabik khianat.

Dek itu ayah ingekkan, usah bamain tapi jurang nak, ijan panagak di nan cupiang, hati-hati manjago diri, hanyuik kok indak kapintasan. Adil-adil kalau mahukum, jujur-jujur pagang amanah, arek-arek mamacik janji. Kok iyo saluak ka dikanakkan itulah baban dikapalo nak, baban nan usah dicayahkan barek ringan, musti dijujuang. Kok karih ka ang pasisik sinjato bisa makan tuan, runciangnyo mancucuak pinggang mato tajam baliak batimba, biso nan indak katawaran ipuah nyo racun manyeso ang. Ang ndak tau contoh jujur, ba’a bana caronyo jujur? Caliaklah jujur tukang pangkeh nak, guntiang nan runciang dikacanyo, kapalo bulek basarahkan, pisau nan tajam diganggamnyo lihia sabatang bahonyokan, karano apo, karano tatanam kayakinan raso inyo jujur jo tugasnyo, bandiangkan jo rang gilo mamaciak rantiang, sakampuang urang maandok sabalik urang mainda sanjato di tangan rang tak jujur. Paham ang mukasuik nyo yuang. Nah, nan katigo fatanah. Fatanah artinyo cadiak, pintar, intelektual. Cadiak paralu dalam hiduik, bia untuak diri sendiri, kok kunun mamimpin urang banyak. Kalaulah cadiak nan bamain, kabek nan arek jadi lungga, ruang nan sampik jadi lapang, rusuah batuka gadang hati, tak luluak nan tak katanaman, alun ditanyo lah bajawab, aso disabuik duo dapek, tigo takanak ampek sudah, tabu sarueh jadi saparak. Tapi caadiak nan lia tak bakakang, mularaik ka urang banyak, manyeso ka masyarakaik nak, ganas balabiah bak harimau, sabuas-buas binatang, makannyo sakanyang paruik lah kanyang nyo lalok panjang. Tibo nan cadiak masuak rimbo, asah manjala disembanyo, hutan baluka disasoknyo, jo urek aua dikuihnyo. Cadiak nan maa tu nak, cadiak buruak. Cadiak nan dimukasuik jo fatanah, iyolah cadiak tahu pandai, lamak dek awakkatuju dek urang, awak mandapek urang ndak kahilangan. Padang ditampuah tak barangin lauik dikundak tak bariak rumpuik tarang bilalang dapek.

Katahuilah nak, adopun cadiak karajo utak, mandapek parentah dari hati, zat iradat nan bakandak, lalu diracik ditarawang, diolah, dianalisa. Tibolah ide jo gagasan, manjadi rencana nan tepola tatuang di rekayasa. Kok tatumbuak di jarak jauah, dicari jalan babaliak pokok ketek labonyo gadang, tali sayuik pangabek arek tapak buruak tagadai maha. Lah, lah sudah utak bapikia, lalu dibaok turun ke bawah ditimbang ka sanubari, disinan raso bamainnyo itulah tahu rang namokan. Salain diusua dipareso, luluih saringan aka budi, tagaknyo lai di nan data jalannyo alah di nan luruih arahnyo batua di nan bana. Baru taujuik dalam garak, basuo dalam amalan, itulah pandai kanamonyo.

Sari kato isi rundiangan nak, urang nan cadiak tau pandai baputa kincia-kincianyo bamain raso di dalam sinan basuo bijaksano. Raso dibaok naiak, pareso dibaok turun, itu pituah dek nan tuo. Maananyo apo kandak hati nan dibawah dibao naiak kakapalo, karajo utak nan diateh, dobaok turun masuk dado. Mako nan cadiak iyolah utak, nan tau ariah jo raso nan pandai garak cando kio. Atau pikiakan jo utak, timbanglah jo nurani, ujuikkan jo amalan. Itulah inyo urang nan cadiak, tau jo pandai. Jo kok diambiak dalia nangko nak, dapeklah ayah katokan baraso golongan urang cadiak pandai indak indentik jo sikola doh. Status sarjana intelektual alunlah jaminan urang pandai. Nan jaleh baliau hinggo cadiak, tingga nan duo langkah lai baru tibo di cadiak pandai. Nah, iko nan panghabisan, nan kaampek tabligh. Tabligh artinyo manyampaikan, sabagai utusan Allah baliau wajib manyampaikan, manyampaikan sugalo pasan nan datang dari nan manyuruah, tak ado tasuruak tarsambunyi sadonyo kameh dipalalu hinggo salasai samparono. Mako dek kito umaik baliau wajib maniru manuladan mangikuik sunah Rasulullah.